Xatr!anto's

Yes! You!

0 notes

In Between

Kenapa postingan ini gue kasih nama “In Between”, karena gue sadar dengan sesadar-sadarnya, gue itu orang yg hybrid,

nah loh ris!kenapa hybrid ?! lobisa kawin sama tumbuhan maupunhewan bagitu? apa lo bisa kawin sama cewek ato cowok ?

Read more …

Filed under galau-ness

0 notes

Paksaan teman-teman buat penutupan ospek

Enam hari telah mengalir

Dengan aliran yang kian buatku cintai pagi

Pagi dimana sang surya kan selalu sinari senyum teduhmu

Pagi dimana udara sejuk kan menyapa semangatmu tuk kembali maknai hariku

Pagi dimana langkah elokmu kan selalu derapkan hatiku dan hangatkan ia kembali

Aku sadar bahwa pada awalnya rasa hanya sebuah rasa

Ia bisa terdiam, kemudian terhanyut oleh ribuan kata-kata indah penghangat qalbu

Namun aku lebih sadar bahwa aku hanyalah manusia, yang kan lebih bernyawa dengan tiupan cinta

Lewat puisi ini, kuukir dengan sederhana tuangan damai rasa cinta yang ku punya

Untukmu (Nama Seseorang)

Regard to my friend who share his galau-ness at Aspirint 2011

Filed under ospek poetry galau-ness

0 notes

Sekelumitku yang ku tahu

Yang aku tahu, harapku kan selalu menguatkanku akan arti kata cinta yang kian menari dianganku ditiapmu menyentuh jemariku

Yang aku tahu, putih akan selalu putih ditiap lisan menyapa kejujuran disaatmu sandarkan  lekuk wajah manismu pada pundakku yg terhampar lelah

yang aku tahu, sang waktu pun tak tega usik harapku padamu, akan ketidakpastian yang waktu kan beri pada detik-detik panjang yang nanti kan berlalu

Yang aku mau hanya, detik-detik panjang ini kan berlalu dengan hanya bersamamu hingga surya tak kunjung datang

Aku ingin terus mencintaimu dengan sederhana

Layaknya matahari yang setia tuk menyandang langit hingga Sang Pencipta tak menghendakinya

Aku ingin sang waktu mengangguk setuju bahwa kamu kan terus jadi pelengkap ketidaksempurnaanku.

Filed under you poetry hope

1 note

Oh yes! Setelah melihat inspiring moment gue mau nyoba nulis…

Pagi ini gue bangun dengan Alarm tepat pukul jam 05.00, muncul dari hape gue dua pilihan “Dismiss” dan “Snooze (15 min.)” layaknya anak kosan yg, mengatasnamakan kehidupan kosan yg sedih, yg apa2 harus istirahat, karena capek HUHUHUHU, pastinya gue milih Dismiss Snooze (15 min.) Akhirnya gue melakukan hal yg paling nikmat di pagi hari, yg kalo kata temen gue kenikmatan dunia (tidur di pagi hari), dan gue bangun. Pandangan gue yg mulai ga tercakup dalam 1 layar kecil berukuran kurang lebih 4 x 5 cm itu, mulai ngeliat potret kehidupan, yaitu berantakkannya kosan gue, kaos kaki bertebaran, kaset CD masih di dalem lemari(Syukurlah), dan hal-hal lain yg menurut lo mungkin itu ga seharusnya diletakkan disitu (tapi menurut gue, itu cuma  

A right thing, in wrong place which fall form it’s place

). haha! Beranjak dari tempat tidur, gue mulai membuka jendela kebiasaan gue di kampung kota halaman gue yg gue lakukan saat bangun tidur. Dan abis itu gue melakukan ibadah subuh. Terbersit di pikiran gue untuk ngelihat hasil kerjaan gue di facebook semalem yg …

Read more …

Filed under Mahasiswa Anak KOS

0 notes

Sekolahku sore ini

Sekolahku sore ini menunjukkan maknanya

Senyum riang teman-teman, sahabat-sahabat

Wajah mereka berseri, terlukis kebahagiaan di gurat lekukan senyumnya

Gerbang kini telah setengah menutup, di tengah keraguan

Curi tatapku padanya, yang telah kubukakan jendela putih rumah kejujuranku

 

Rintihan piring berdencing terpukul memanggil hasrat lapar yg melengking

Gemuruh bunyi mesin kendaraan menjemput langkah-langkah kelelahan

Langkah-langkah pahlawan pembawa inspirasiku terdengar kian mendekat, menjauh

 

Lidi-Lidi Tersapu, Terngiang, Menggoreskan nada mendesir di telingaku

Tiupan angin sejuk yang seakan memuji potret nurul fikri sore itu

 

Akankah lukisan ini terkenang ?

Tergantung pada bingkai,

Pemanis? Pemahit?

 

Nurul Fikri 16.23 22-03-2011 

Filed under nurul fikri poetry indonesia

1 note

Bisu (mungkin)

Aku ingin berbicara

Aku hanyalah tulisan terasing

Hasil pengutaraan budak dengan mata sayu, kosong

Juluran tersudut oleh takut dan terhimpit oleh ragu

Buah iri kepada mereka yang di atas panggung emas

Yang  leluasa mengalirkan ribuan ucapan bermakna

Aku hanyalah kekosongan tanpa perantara

Terlalu lama bercumbu pada kebingungan


Disaat mereka mengambilkan cahaya bintang

Memberikan jalan padamu kearah awan

Mengalirkan ribuan sari-sari inpirasi berkilau

 

Aku yang  hanya sebuah kehampaan bergeming tapi tak bergerak

By : Faris Ksatrianto

Filed under poetry indonesia bisu

0 notes

Semakin Rapuh di Tepi

Kiniku di ujung ambang, berpegangan pada belukar kesabaran.

Anganku terus teguh, tetap, memegang

Diriku gamang untuk terlepas, terhisap ke dalam ke fanaan dunia

Aku semakin tampak layu, diujung

Tergoda untuk terlepas, namun aku terberkah rangkaian anganku

Yang menari-nari dengan nada hangat nan-indah

Yang lekuk senyumnya tersinar oleh sang raja siang

Aku ingin kuat

berpegangan diujung kesabaranku

by : Faris

Filed under poetry galau indonesia

0 notes

Cukup, Terlanjur

Tak ada air yg sanggup menghapus dahaga hatiku ini

Tak ada hijau yang dapat tumbuh digurun perasaanku ini

Aku terombang-ambing oleh angin tandus savanna

Pandangan mata qalbuku mengabur oleh Kristal-kristal pasir yang mengapur

Bahkan kata “hampa”pun tak sanggup mewakili putaran belukar gurun ini

Matahari  kini tak lagi menyinari kosongnya gundukan tak berarti dari anganku

 

Sesungguhnya aku tak ingin semua itu terhapus ombak begitu saja

Namun, memang hatiku yang tersumbat penyesalan tak dapat bicara

Kelu akan kata-kata penggambar semua kehangatan dan gelisah yg kualami

 

Oh sungguh aku menyesal

Selepas memercikan kesejukan itu pada tempat yg tak semestinya

Oh sungguh tak ada selimut maaf untukku

Yang telah menusuk, memberikan kepedihan padamu

 

Hanya retorika kesedihan yang tersisa di benakku

Sangat ber-harap …

By : Ga”Faris”Lau 

Filed under poetry indonesia

3 notes

Di penghujung

Setapak demi setapak kita telah melangkah

Tangga-tangga impian yang kita nantikan

Dentuman-dentuman cobaan bersahutan

Merasukan tak menentunya keraguan

Namun, kita tetap melangkah hiraukan pasrah

Sungguh, masa masa yang indah  

Sesaat apiku pudar, terhembus angin yang tak lagi tenang

Tapi kalian jaga apiku dengan limpahan kebersamaan  

Kini tangga-tangga itu hampir tersimpang

Terpisahkan singkatnya titian waktu  

Kuharap perjalanan ini terekam

Terisi oleh ukiran nada sejuk persahabatan 

regard to my friends. by : Faris Ksatrianto

Filed under poetry indonesia